Tiga Teman Istimewa
Ubaid bin Umair berkata, “Ada seseorang yang memiliki tiga teman istimewa. Sebagian dianggap istimewa dari yang lain. Suatu kali ia tertimpa suatu masalah. Iapun mendatangi teman pertamanya yang paling istimewa lalu berkata, “Wahai fulan, saya sedang menghadapi masalah, aku ingin kamu bisa membantuku.” Teman pertama itu berkata, “Aku tidak bisa membantumu.” Iapun beranjak menuju temannya yang kedua yang dia istimewakan setelah teman pertama, lalu ia berkata, “Wahai fulan, aku sedang menghadapi masalah, aku ingin agar kamu sudi membantuku.” Teman keduanya menjawab, “baiklah aku akan mengantarmu ke tempat tujuan, tapi setelah itu aku akan pulang meninggalkanmu.” Orang itupun mendatangi temannya yang ketiga, lalu berkata, “wahai fulan aku sedang menghadapi masalah, aku berharap kamu bisa membantuku.” Teman ketiganya menjawab, “Baik, aku akan menemanimu kemanapun engkau pergi, dan aku akan ikut masuk kemanapun enkau masuk.”
Kemudian Ubaid berkata, “teman pertama adalah perumpamaan bagi harta yang dimiliki seseorang, yang sama sekali tidak mengikutinya saat ia mati. Teman kedua adalah keluarga dan kerabatnya, yang hanya mengantar sampai kuburnya, lalu pulang meninggalkannya. Sedangkan teman ketiga adalah amalnya, yang akan selalu menyertainya kemanapun ia pergi dan kemanapun ia masuk.”
(Hilyatul Auliya’, Abu Nu’aim Al Ashbahani 2/16)
Sumber: ar-risalah 103
image source: http://jihahbobo.blogspot.com
The Stranger Is Not.. لَيس الغريب
لَيْسَ الغَريبُ غَريبَ الشَّأمِ واليَمَنِ
إِنَّ الغَريبَ غَريبُ اللَّحدِ والكَفَنِ
The stranger is not the stranger to Yemen or Shaam
But the stranger is the stranger to the grave and the coffin
إِنَّ الغَريِبَ لَهُ حَقٌّ لِغُرْبَتـِهِ
على الْمُقيمينَ في الأَوطــانِ والسَّكَنِ
Verily the stranger has rights for his absence
Over the residents of the dwellings & homelands.
لاَ تَنْهَرَنَّ غَرِِيْب الحاَلَ غُرْبَتِهِ
اَلدَّهْرُ يَنْهَرُهُ بِالذُّلّ وَالْمِحَنِ
Don’t chase away the outlander in his state of unfamiliarity
For time is also chasing him with hardship & distress
سَفَري بَعيدٌ وَزادي لَنْ يُبَلِّغَنـي
وَقُوَّتي ضَعُفَتْ والمـوتُ يَطلُبُنـي
My travels are far and my provisions will not suffice me
My strength has weakened and death is calling unto me
وَلي بَقايــا ذُنوبٍ لَسْتُ أَعْلَمُها
الله يَعْلَمُهــا في السِّرِ والعَلَنِ
I still have sins which I know not of
Allah knows of them; those made in secret & in manifest
مـَا أَحْلَمَ اللهَ عَني حَيْثُ أَمْهَلَني
وقَدْ تَمـادَيْتُ في ذَنْبي ويَسْتُرُنِي
How merciful has Allah been to me by giving me respite
And I have increased in sins but Allah has always shielded me
تَمُرُّ سـاعـاتُ أَيّـَامي بِلا نَدَمٍ
ولا بُكاءٍ وَلاخَـوْفٍ ولا حـَزَنِ
The hours of my days pass by without regret
No crying, no fear, no sadness
أَنَـا الَّذِي أُغْلِقُ الأَبْوابَ مُجْتَهِداً
عَلى المعاصِي وَعَيْنُ اللهِ تَنْظُرُنـي
I am the one who closes the doors with fatigue
on disobedience, & The Eye of Allah watches over me..
Read more…
Key Generation
Salah satu cara untuk memperkuat hasil dari sebuah proses enkripsi adalah dengan menggunakan kunci yang relatif panjang. Cara ini bisa ditempuh dengan 2 metode. Pertama, user memasukkan kunci yang panjangnya real (nyata). Kedua, dengan memberikan nilai random pada kunci. Banyak cara dan metode yang ditawarkan untuk membangkitakan kunci random, namun dalam tulisan ini saya mencoba menggunakan metode sederhana yaitu dengan membangkitakan kunci berdasarkan nilai (kunci) awal yang kita masukkan.
Adapun langkah-langkah pembangkitan kunci sebagai berikut:
1. karakter terakhir dari kunci dijumlahkan dengan n-1 karakter sebelumnya (n adalah panjang kunci asli), kemudian jumlah tersebut
dimodulo 26.
2. Hasil modulo merupakan karakter baru yang kemudian digabungkan dengan kunci sebelumnya menjadi kunci baru.
3. Kembali ke langkah pertama sampai kunci tersebut sepanjang plaintext.
Read more…
Teknik Enkripsi Blocking
Ada beberapa teknik dasar kriptografi, antara lain: Substitusi, Blocking, Permutasi, Ekspansi, dan Pemampatan (Compaction). Nah…. dalam tulisan ini saya mau membahas sedikit tentang teknik dasar kriptografi menggunakan teknik Blocking.
Sistem enkripsi terkadang membagi plaintext menjadi blok-blok yang terdiri dari beberapa karakter yang kemudian dienkripsikan secara independen. Plaintext dimasukkan kedalam matriks yang mempunyai jumlah kolom yang sudah didefinisikan, sedangkan jumlah barisnya bergantung pada panjang plaintext. Misal:
Plaintext: Math 310 Proves!
Setelah dimasukkan kedalam matriks:

Dengan menggunakan enkripsi blocking dipilih jumlah lajur dan kolom untuk penulisan pesan. Jumlah lajur atau kolom menjadi kunci bagi kriptografi dengan teknik ini. Plaintext dituliskan secara vertikal ke bawah berurutan pada lajur, dan dilanjutkan pada kolom berikutnya sampai seluruhnya tertulis. Ciphertext-nya adalah Read more…


Recent Comments