Tag: Ramadhan

Tentang Zakat Profesi

Oleh: Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA.

Zakat profesi bukanlah tema baru dalam kajian zakat kontemporer. Pada 29 Rajab 1404H/30 April 1984 diselenggarakan konferensi pertama tentang zakat di Kuwait. Dan di antara keputusan konferensi itu adalah memasukkan pendapatan profesional sebagai objek zakat.

Jauh sebelumnya, terbit peraturan tentang kewajiban zakat yang dikeluarkan oleh Kerajaan Saudi Arabia No. 8634 tahun 1370 H beserta juklaknya No. 93 tanggal 6-8-1370H/13-5-1951 yang menyebutkan bahwa modal dan hasilnya, setiap penghasilan, laba, pendapatan individu atau perusahaan yang diperoleh melalui tijarah (bisnis), shinaah (industri), amal syakhshiyah (wirausaha) sebagai objek zakat.
Dan Undang-undang Zakat Republik Sudan, tahun 1413H/1993, Bab 22 Pasal 11 dan 12 menyebutkan wajibnya zakat atas gaji, upah, bonus, dana pensiun, dan penghasilan profesional.

Continue reading “Tentang Zakat Profesi”

Puasa Tapi Tidak Sholat

Bagaimana hukum orang yang shalat tapi meninggalkan shaum tanpa udzur syar’i? Dan bagaimana pula hukumnya orang yang shaum tapi meinggalkan shalat wajib?

Jawab:
Islam terdiri dari lima rukun atau komponen yaitu: syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji. Artinya, seseorang dikatakan muslim jika melengkapi kelima rukun tersebut. Dengan demikian shalat dan puasa adalah kewajiban-kewajiban yang harus dijalankan oleh seorang muslim. Dasarnya pun sudah jelas yaitu Al Quran dan As Sunnah serta ijma’ kaum muslimin. Continue reading “Puasa Tapi Tidak Sholat”

Renungan Ramadhan

Untuk Apa Kita Diciptakan?

Jawabannya tidak lain bisa adalah bisa Anda ditemukan dalam surat Adz Dzariyaat ayat 56.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ (٥٦)

“dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Adz-Dzariyaat: 56)

Hikmah pencipataan manusia dan jin adalah untuk beribada kepada Sllah Azza wa Jalla. Menurut imam Nawawi ini merupakan penjelasan yang sangat jelas dan tegas bahwa mereka, manusia dan jin diciptakan untuk beribadah kepada Allah maka sepatutnya mereka berusaha menjadi seperti apa mereka diciptakan dan supaya mereka berpaling dari materi duniawi dengan zuhud. Karena dunia adalah sesuatu yang akan kancur.

Beribadah mempunyai makna yang sangat luas. Definisi yang sangat lengkap dari ibadah sebuah nama yang mencakup segala hal yang medatangkan cinta dan ridha Allah Azza wa Jalla berupa ucapan dan perbuatan baik lahir maupun batin. Mari kita renungkan betapa banyak nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita.

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لا تُحْصُوهَا إِنَّ الإنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ (٣٤)

“dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (Ibrahim: 34)

Ayat ini diulang dalam An Nahl 18. Nikmat yang paling agung adalah Islam, nikmat iman, nikmat sunnah. Allah Azza wa Jalla telah menjadikan kita orang Islam, menjadikan kita beriman, dan menjadikan kita pengikut Nabi Muhammad SAW. Kita patut bersyukur kepada Allah agar Allah menambahkan nikmatNya kepada kita. Continue reading “Renungan Ramadhan”

Ketika Aku Berangkat ke Masjid Raden Patah..

Hampir seminggu ini aq nginep di kampus. Dan seperti biasanya, jika tiba adzan isya berkumandang, aq kuatkan diri untuk bisa mengikuti sunnah-Nya, sholat taraweh di Masjid Raden Patah (MRP). Walopun terkadang bolong (tidak rutin), tapi alhamdulillah aq bisa mengikuti sholat taraweh di sana. Aq senang, karena selain bacaan tartilnya bagus, juga ada ceramah agama sebelum sholat witir, hal2 yang aku cari di bulan romadhon ini.

Hari ini aku sedikit tertegun. Pasalnya, kemaren malem & kemaren lusa (27-28 September 2007), ketika adzan isya sudah berkumandang, dan ketika langkah kakiku sampai di samping gedung itu, kulihat segerombolan anak-anak muda bersenda gurau. Mereka bercengkrama di lantai bawah gedung yang seminggu yang lalu dipakai untuk pameran buku itu. Mereka bercanda ria, bernyanyi & mendendangkan musik band & berfoto-foto bersama… Sebagian besar mengenakan busana muslim.. alangkah senangnya.. aku jadi ingin ikut menjadi bagian dari mereka yang cantik2 dan ganteng2 itu.. Namun sayang, sementara adzan isya berkumandang, kuperhatikan mereka kok tetap saja berfoto2 & bernyanyi2… lho? apa mereka gak sholat isya/taraweh? Ataukah mereka gak mendengar suara panggilan-Mu itu? Continue reading “Ketika Aku Berangkat ke Masjid Raden Patah..”