Tentang Zakat Profesi


Oleh: Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA.

โœ… Zakat profesi bukanlah tema baru dalam kajian zakat kontemporer. Pada 29 Rajab 1404H/30 April 1984 diselenggarakan konferensi pertama tentang zakat di Kuwait. Dan di antara keputusan konferensi itu adalah memasukkan *pendapatan profesional sebagai objek zakat.*
๐Ÿ”…Jauh sebelumnya, terbit peraturan tentang kewajiban zakat yang dikeluarkan oleh Kerajaan Saudi Arabia No. 8634 tahun 1370 H beserta juklaknya No. 93 tanggal 6-8-1370H/13-5-1951 yang menyebutkan bahwa modal dan hasilnya, setiap penghasilan, laba, pendapatan individu atau perusahaan yang diperoleh melalui tijarah (bisnis), shinaah (industri), amal syakhshiyah (wirausaha) sebagai objek zakat. 
*Dan Undang-undang Zakat Republik Sudan, tahun 1413H/1993, Bab 22 Pasal 11 dan 12 menyebutkan wajibnya zakat atas gaji, upah, bonus, dana pensiun, dan penghasilan profesional.*
๐Ÿ“ Diakui bahwa terdapat beda pendapat di kalangan ulama kontemporer tentang status zakat profesi atau yang dikenal dengan istilah zakat rawatib wa mihan hurrah.  *Perbedaan ini terjadi mengingat:*
1โƒฃ Tidak ada dalil yang secara definitif menyebutkan kalimat zakat ratib (rawatib-gaji tetap), atau profesi sebagai objek zakat. 
2โƒฃ Tradisi โ€˜gaji tetapโ€™ atau penghasilan profesi belum dikenal pada era Nabi โ€“shallallahu alaihi wa sallam, tapi pada masa Abu Bakar dan para khalifah dikenal ratib al jundi wa murabithin (gaji tetap tentara). Sedangkan sistem gaji tetap dan penghasilan profesi yang ada di zaman sekarang belum dikenal di masa awal-awal Islam.  
3โƒฃ Perbedaan tentang qiyas hasil profesi dengan al maal mustafad (harta yang didapat) termasuk praktik zakatnya, apakah saat mendapatkan atau setelah haul.  
โœด Sebab perbedaan lain, bagi yang menolak zakat profesi berpendapat bahwa pada zaman Nabi dan Khulafauurasyidin dijumpai beberapa jenis profesi tapi tidak dimasukkan ke dalam dalil-dalil yang mewajibkan zakat. Yang ada adalah penyebutan beberapa jenis barang dan komoditas yang dikaitkan dengan profesi petani, pedagang, peternak, dan tambang.  
โœ…  *Sedangkan bagi yang berpendapat adanya zakat profesi menyebutkan bahwa dalil bagi zakat profesi adalah:*

๐Ÿ”… Makna umum yang dikandung oleh ayat:
*ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุงู’ ุฃูŽู†ููู‚ููˆุงู’ ู…ูู† ุทูŽูŠู‘ูุจูŽุงุชู ู…ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจู’ุชูู…ู’ ูˆูŽู…ูู…ู‘ูŽุง ุฃูŽุฎู’ุฑูŽุฌู’ู†ูŽุง ู„ูŽูƒูู… ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ุฃูŽุฑู’ุถู*

_โ€œHai orang-orang yang beriman, infaqkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu”_ (Al Baqarah: 267).
Imam Al Bukhari dalam Shahihnya menyebutkan ayat di atas dalam Kitab al Zakat Bab Shadaqah al Kasb (penghasilan) dan Perdagangan. Sedangkan Ibnu Katsir โ€“rahimahullah- menyebutkan pendapat Ibnu Abbas โ€“radliyallahu anhu- yang menafsirkan ayat di atas:

*”ู…ู† ุทูŠุจุงุช ู…ุง ุฑุฒู‚ู‡ู… ุงู„ู„ู‡ุŒ ู…ู† ุงู„ุฃู…ูˆุงู„ ุงู„ุชูŠ ุงูƒุชุณุจูˆู‡ุง”*
_โ€œ(Infaqkanlah) yang baik-baik dari apa yang dirizkikan oleh Allah, (yaitu) berupa harta yang mereka hasilkanโ€._
๐Ÿ”… Qiyas zakat profesi dengan penghasilan petani dan pedagang, karena semuanya mencurahkan tenaga dan pikiran guna memperoleh penghasilan. Sehingga gaji yang diperoleh melalui profesi-profesi yang tidak disebutkan dalam dalil, dapat diqiyaskan dengan profesi-profesi yang disebutkan dalam dalil. 
๐Ÿ”…Ada yang menarik disampaikan oleh Syeikh Mutawalli Syarawi โ€“rahimahullah- dalam tafsirnya tentang ciri orang mukmin yang dikaitkan dengan zakat. Bahwa ayat ke 4 dari surat Al Mukminun:

*ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ู„ูู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉู ููŽุงุนูู„ููˆู†ูŽ*
Ayat ini, kata beliau, tidak sekedar bermakna membayar atau menunaikan zakat, tapi mereka yang bergerak dalam kehidupan (bekerja) dalam rangka mencari pengasilan lebih (surplus) kemudian dari penghasilannya itu mereka membayar zakat. 
๐Ÿ”…Para profesional dengan ragam profesi yang ditekuni bila penghasilannya mencapai nishab (setelah dikurangi kebutuhan yang pokok bagi yang berpendapat zakat dari harta netto, atau tanpa dikurangi bagi aliran bruto) maka tergolong kaya (aghniya`). Dan kaidah utama zakat sebagaimana disebtutkan dalam hadits riwayat Al Bukhari bahwa zakat itu:
*ุชุคุฎุฐ ู…ู† ุฃุบู†ูŠุงุฆู‡ู…ุŒ ูˆุชูุฑุฏู ุนู„ู‰ ูู‚ุฑุงุฆู‡ู…*

  

Diambil dari golongan kaya di antara mereka untuk kemudian diberikan kepada kalangan faqir yang membutuhkan.

  • Dengan demikian, orang-orang kaya dengan dagangannya, pertaniannya, emas dan tabungannya, serta dengan profesinya berkewajiban membayar zakat.
  • Bagi yang tidak mengakui adanya zakat profesi, sesungguhnya mereka berpendapat adanya zakat โ€˜uangโ€™. Sehingga uang yang dimiliki yang dihasilkan dari profesi bila mencapai nishab dan berlaku haul menjadi objek zakat.

 

_Wallahu a`lam bisshawab_

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿ”…๐Ÿ—ƒ๐Ÿ”…๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Malang, 28 Ramadhan 1438H 

๐Ÿ“กJoin Telegram:

http://tlgrm.me/ahmadjalaluddin

๐ŸŒWebsite: http://www.tazkiyatuna.com

โ˜Žkonsultasi via sms:

081297543002

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s