Hari yang Dirindu


Misteri Shalat SubuhSaya merindukan suatu hari, dimana masjid dipenuhi kaum muslimin. Mereka berusaha pergi ke rumah Allah Azza wa Jalla dengan penuh suka cita, menunggu adzan Subuh dengan penuh kerinduan. Dari belakang muadzin, mereka menjawab lantunan adzan yang berkumandang, penuh penghayatan. Mereka itu berada dalam pertemuan dengan Allah Azza wa Jalla.

Saya merindukan datangnya suatu hari, saar seorang muslim begitu menyesal dan sangat merasa sedih, gara-gara tertinggal shalat Subuh, sekali saja. Itu karena ia merasa kehilangan sesuatu yang benar-benar bernilai, lebih mahal dari dunia dan seisinya.

Saya merindukan suatu hari, saat pemimpin kaum muslimin di seluruh negeri Islam, menjamin keselamatan seorang muslim yang sedang shalat di masjid. Baik shalat Subuh ataupun shalat-shalat lainnya.

Saya merindukan suatu hari, saat mendapati agama Allah Azza wa Jalla adalah agama bagi seluruh penduduk di muka bumi. Syariat Allah Azza wa Jalla merupakan syariat yang menjadi landasan hukum bagi orang-orang berilmu. Kegelapan sirna, berganti semburat cahaya keadilan dan kebenaran.

Saya merindukan itu semua. Dan, saya meyakini bahwa kenyataan yang kita alami hari ini, sebelumnya adalah mimpi kemarin-kemarin. Sebagaimana saya meyakini, apa yang kita cita-citakan hari ini, akan terwujud esok hari, Insya Allah.

Saya merindukan suatu hari, saat melihat suatu harapan menjadi kenyataan yang dapat saya lihat dengan mata kepala saya sendiri.

Ini bukan ramalan, bukan pula mengutak-atik masalah ghaib. Tetapi, merupakan bukti janji Allah, Dzat yang tak pernah ingkar janji.

Dalam kitab-Nya, Allah menjanjikan:

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.” (An-Nur: 55)

Kemudian di ayat selanjutnya secara langsung:

“Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (An-Nur: 56)

Inilah jalan untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. Kita memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar dimudahkan segala urusan umat Islam. Diberikan kemuliaan bagi orang-orang yang taat dan direndahkan orang-orang yang bermaksiat kepada Allah Azza wa Jalla. Disebarluaskan segala kebaikan dan dimusnahkan segala kemungkaran. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla pemilik semua itu dan mampu untuk melakukan hal itu.

“Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya”. (Al-Mukmin: 44)

Semoga keselamatan dan kesejahteraan selalu terlimpahkan kepada Rasulullah SAW. []

Taken from: Misteri Shalat Subuh; Dr. Raghib As-Sirjani.

6 thoughts on “Hari yang Dirindu

  1. Firstly, I get pertamax..

    Secondly, I definitely miss it so much. There’s no word to express when someone is missing..no there is no..

    DON’t YOU..??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s