Tata Cara dan Bacaan dalam Shalat


  1. Berdiri tegak menghadap ke arah kiblat (Ka’bah) sambil niat dalam hati dengan ikhlash dan penuh kekhusyukan sesuai dengan shalat yang akan dikerjakan.
  2. Pandangan mata mengarah ke tempat sujud dan tidak dibenarkan memejamkan mata ketika shalat.
  3. Takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan pundak atau daun telinga, bersamaan dengan ucapan takbir, sesudah ucapan takbir atau sebelum ucapan takbir.
  4. اَللهُ اَكْبَر

    Allaahu akbar
    Artinya: Allah Maha Besar

  5. Bersedekap dengan meletakkan pergelangan tangan kanan di atas punggung pergelangan tangan kiri serta menggenggamnya. Kedua tangan diletakkan di dada (bersedekap).
  6. Membaca doa iftitah
    اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ, اَللَّهُمَّ نَقِّنِيْ مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ, اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِى مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَ الثَّلْجِ وَالْبَرَدِ (رواه البخارى ومسلم)
    Allahumma baa’id baynii wa bayna khathayaaya kamaa baa’adta baynal masyriqi wal maghribi, Allahumma naqqinii min khathayaaya kamaa yunaqqats tsawbul abyadhu minad danas, Allahummaghsilnii min khathayaaya bil maai wats tsalji wal baradi.
  7. Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah diriku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan timur dari barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku seperti kain putih yang dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah diriku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, es, dan embun.”

  8. Membaca Ta’awwudz
    اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
    A’uudzu billahi minasy syaithanir rajiim
    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”
  9. Membaca Al Fatihah. Disunnahkan berhenti pada setiap ayat, tidak menyambung satu ayat dengan ayat berikutnya.
  10. Membaca ayat-ayat Al Quran dengan tartil dan suara bagus.
  11. Setelah membaca Al Quran berhenti sejenak kemudian mengangkat kedua tangan seperti pada takbiratul ihram, lalu mengucapkan Allahu akbar, kemudian
  12. Ruku’ yaitu dengan membungkukkan badan dan kedua tangan diletakkan di atas kedua lutut, sehingga antara punggung dan kepala itu rata. Kedua tangan ditekankan pada kedua lutut seolah-olah menggenggam kedua lutut serta merenggangkan jari-jari tangannya.
  13. Wajib tenang (tuma’ninah) dalam ruku’ disertai membaca doa ruku’. Dan hendaknya memperlama ruku’.
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ
    Subhaana rabbiyal ‘adzhiimi (3X)
    Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung.”
    atau
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
    Subhaana rabbiyal ‘adzhiimi wa bihamdihi (3X)
    Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan segala puji bagiNya.”
    atau
    سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ (رواه مسلم)
    Subbuuhun qudduusun rabbul malaaikati war ruuh
    Artinya: “Maha Suci lagi Maha Kudus Tuhan semua malaikat dan ruh.”
    atau
    سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِى (رواه البخارى ومسلم)
    Subhaanaka allaahumma wa bihamdika allaahumma ghfirlii
    Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagiMu, ya Allah ampunilah aku.”
  14. I’tidal dengan berdiri lurus sampai setiap ruas tulang belakang kembali pada tempatnya. Dan mengangkat kedua tangan ketika berdiri i’tidal seperti pada waktu takbiratul ihram, sambil mengucapkan
    سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ (رواه البخارى ومسلم)
    Sami’allahu liman hamidah
    Artinya: “Allah mendengarkan orang yang memujiNya.”
  15. Dan setelah berdiri tegak seperti kembali semula, kemudian membaca:
    رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ (رواه البخارى ومسلم)
    Rabbanaa wa lakal hamdu
    Artinya: “Ya Tuhan kami dan bagiMu segala puji-pujian.”
    Atau ditambahkan
    مِلْءُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ
    Mil’us samaawaati wal ardhi wa mil’u maa syi’ta min syay’in ba’du
    Artinya: “mencakup seluruh langit dan seluruh bumi dan yang segenap Engkau kehendaki selain dari itu.”
    Atau membaca
    رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ, حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّباً مُبَارَكاً فِيْهِ
    Rabbanaa wa lakal hamdu hamdan katsiran thoyyiban mubaarakan fiih
    Artinya: “Ya Tuhan kami dan bagiMu segala puji-pujian, pujian yang banyak lagi baik dan membawa keberuntungan.”
  16. Setelah i’tidal dilanjutkan dengan sujud yaitu meletakkan dan menekankan hidung dan dahi di atas tempat sujud. Ketika turun untuk sujud dibolehkan mendahulukan kedua tangan dari lutut atau sebaliknya. Merenggangkan kedua lengannya dari sisi tubuh dan posisi kedua telapak tangan sejajar dengan bahu atau telinga. Menjauhkan perut dari kedua paha sementara menekankan lutut dan jari-jari kedua kaki dan merapatkan kedua kaki. Dan membaca doa:
    سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى
    Subhaana rabbiyal a’laa (3X)
    Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung.”
    atau
    سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
    Subhaana rabbiyal a’laa wa bihamdihi (3X)
    Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan segala puji bagiNya.”
    atau
    سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ (رواه مسلم)
    Subbuuhun qudduusun rabbul malaaikati war ruuh
    Artinya: “Maha Suci lagi Maha Kudus Tuhan semua malaikat dan ruh.”
    atau
    سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِى (رواه البخارى ومسلم)
    Subhaanaka allaahumma wa bihamdika allaahumma ghfirlii
    Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagiMu, ya Allah ampunilah aku.”
  17. Diperbolehkan menambahkan doa-doa yang dikehendaki selain doa di atas. Wajib tuma’ninah (tenang) dalam sujud dan dianjurkan untuk memperlama sujud.
  18. Duduk antara dua sujud
    Sebelumnya bangkit dari sujud dengan mengangkat kepala sambil membaca takbir dan menghamparkan kaki kirinya dan duduk di atasnya serta menegakkan telapak kaki kanan dan membengkokkan jari-jari kaki kanan menghadap kiblat. Dan meletakkan tangan kanan di atas paha kanan atau lutu demikian juga tangan kiri diletakkan di atas paha kiri. Duduk ini disebut duduk iftirasy. Atau dengan menegakkan kedua telapak kakinya dengan jari-jarinya menghadap kiblat dan duduk di atas tumitnya seraya membaca:
    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ
    Rabbighfirlii (2X)
    Artinya: “wahai Tuhan, ampunilah aku.”
    atau
    اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَعَافِنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ
    Allahummaghfirlii warhamnii wa ‘aafinii wahdinii warzuqnii
    Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, dan jadikanlah aku sehat, dan berilah aku petunjuk, dan berilah aku rizki.”
  19. Sujud yang kedua
    Setelah duduk antara dua sujud dilanjutkan dengan sujud yang kedua, dimana gerakan dan bacaanya sama seperti gerakan dan bacaan sujud pertama.
  20. Kemudian bangkit mengangkat kepala sambil bertakbir dan berdiri dengan bertumpu pada lipatan kaki dan tangan untuk melaksanakan raka’at kedua.
  21. Duduk tasyahhud (tahiyyat) awal
    Dilakukan seperti duduk di antara dua sujud yaitu dengan duduk di atas kaki kiri yang dihamparkan dan menegakkan telapak kaki kanan dengan jari-jarinya menghadap kiblat. Dan meletakkan tangan kiri di atas paha kiri dan tangan kanan di atas paha kanan, dengan menggenggam jari kelingking dan jari manis dan mempertemukan ujung ibu jari dan jari tengah sehingga membentuk bulatan serta berisyarat dengan jari telunjuk seraya mengacungkan jari telunjuk ke kiblat dianjurkan sambil menggerak-gerakkannya serta mengarahkan pandangan ke telunjuk.
    Membaca doa tasyahhud:
    اَلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاةُ وَالطَّيِّباَتُ, اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ, اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ, اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
    Attahiyyaatu lillaahi washshalawaatu waththoyyibaatu, assalaamu ‘alayka ayyuhannabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuhu, assalaamu ‘alaynaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin, asyhadu anlaa ilaaha illa Allah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rosuuluhuu.
    Artinya: “Segala penghirmatan, pengagungan dan pujian hanyalah milik Allah. Semoga keselamatan atasmu wahai Nabi, juga anugerah dan berkah-Nya. Semoga keselamatan atas kami dan atas segenap hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”
    Kemudia berdiri untuk melakukan raka’at ketiga dan atau keempat seraya bertakbir dan mengangkat kedua tangan dan melakukan seperti yang sebelumnya.
  22. Duduk tasyahhud (tahiyyat) akhir
    Yaitu dengan duduk tawarruk dengan menghamparkan kaki kiri dan mengeluarkannya di bawah kaki kanan, sedangkan kaki kanan ditegakkan dan pantat berada di lantai, lalu membaca bacaan seperti pada tasyahud awal dan menambahkannya dengan membaca:
    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اَلِ اِبْرَاهِيْمَ, اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى اِبْراَهِيْمَ وَعَلَى اَلِ اِبْرَاهِيْمَ, اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
    Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shallayta ‘alaa Ibraahiima wa ‘alaa aali Ibraahiim, allaahumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarakta ‘alaa Ibraahiima wa ‘alaa aali Ibraahiima, innaka hamiidun majiid.
    Artinya: “Ya Allah anugerahkanlah rahmat atas Muhammad SAW dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah menganugerahkan rahmat atas Ibrahim dan keluarganya. Ya Allah berkahilah Muhammad SAW beserta keluargannya sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia”
    Dan disunnahkan membaca:
    اَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ عَذَابِ النَّارِ وَعَذَابِ اْلقَبْرِ, وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ, وَفِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
    A’uudzu billaahi min ‘adzaabin naari wa ‘adzaabil qabri, wa fitnatil mahyaa wal mamaati, wa fitnatil masiihid dajjaali
    Artinya: “Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari siksa neraka jahannam dan siksa kubur, dan aku berlindung kepadaMu dari fitnah kehidupan dan kematian serta dari kejahatan fitnah dajjal.”
    Dan diperbolehkan membaca doa-doa lain yang ada riwayatnya.
  23. Dua kali salam
    Yaitu dengan menolah ke arah kanan seraya mengucapkan salam sehingga terlihat pipi kanan. Dan menoleh ke arah kiri sehingga terlihat pipi kiri.
    اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
    Assalaamu ‘alaykum wa rahmatu Allahi
    Artinya: “semoga kesejahteraan dan rahmat Allah atas kamu.”

Maraji’/pustaka:

  • Al Albani, Muhammad Nashiruddin. 2000. Sifat Shalat Nabi SAW. Media Hidayah. Yogyakarta.
  • Anonymous. Tafsir Sepersepuluh dari Al Quran Al Karim: Berikut Hukum-Hukum Penting Bagi Muslim.
  • Labib MZ. 1993. Risalah Sholat Lengkap: Disertai dengan Doa, Dzikir dan Wirid. Tiga Dua. Surabaya.
  • Rukmini. 2007. Bacaan Sholat dan Doa. Bagian Tabligh PDA. Malang.

3 thoughts on “Tata Cara dan Bacaan dalam Shalat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s