Menikah dan Puasa


Hidup di kota perkotaan bahkan di pedesaan pun pada masa sekarang Anda akan menemui banyak hal yang mengundang hafsu syahwat. hal itu dapat dengan mudah ditemui di jalan-jalan, petokoan, perumahan, dan ditempat manapun Anda menemukan keramaian. Permasalahan seperti ini jika tidak disikapi dan diantisipasi dengan benar oleh seorang maka dia akan dapat terbawa arus gaya hidup seperti itu.
Jika Anda sudah menghadapai permasalahan seperti ini dimana Anda tidak kuat menahan syahwat, Islam memberikan solusi yang sangat manjur untuk diterapkan. Pertama, sering-seringlah berpuasa, dengan berpuasa secara benar Anda akan dapat membentengi diri dari gejolak nafsu syahwat yang menyerang. Banyak alternatif puasa sunnah yang diajarkan Nabi SAW, antara lain puasa senin kamis, puasa daud, puasa pada 13, 14, dan 15 bulan hijriyah, serta banyak lagi puasa yang disunnahkan. Seperti yang disabdakan baginda Muhammad SAW bahwa puasa merupakan benteng bagi seorang muslim. Kedua, menikahlah jika Anda mampu karena menikah itu dapat menundukkan pandangan dan dapat memelihara farj (kemaluan). Seperti yang disabdakan Nabi Muhammad SAW, disamping itu juga dengan menikah Anda telah menyempurnakan setengah agama.
Begitulah Islam mengajarkan bagaimana seorang pemuda harus menghadapi permasalahan syahwat yang memang sangat bergejolak di masa muda. Wallahu a’lam.

8 thoughts on “Menikah dan Puasa

  1. ini isina kayak buku yg pernah kubaca judulnya itu…Obat di mabuk cinta…
    hmm… kapan nich siap menyempurnakan separuh agama… tak enteni undangane mas..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s