Skip to content

Surat al Kahfi dan Hari Jumat

April 15, 2012

Surat al Kahfi merupakan surat yang ke – 18 dalam Al Quran yang mulia. Surat al kahfi mempunyai faidah yang amat banyak dan sangat besar. Apalagi ketika dibaca pada hari yang mulia yang merupakan sayyidul ayyaam (tuannya hari) yaitu hari Jumat. Dalam sebuah hadist disebutkan

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ قَالَ : مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ.

Dari Abu Said al Khudri berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa membaca surat al Kahfi pada malam Jumat, maka akan meneranginya dengan cahaya yang berada di antaranya dan Baitul Atiiq (Ka’bah). (Sunan Ad Darimi: 5646)

وعن أبي سعيد، أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ((من قرأ سورة الكهف في يوم الجمعة أضاء له النور ما بين الجمعتين)) رواه البيهقي في الدعوات الكبير.

Dalam riwayat Baihaqi dengan redaksi lain di sebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Brangsiapa membaca surat al Kahfi pada hari Jumat, akan menyinarinya cahaya di (hari-hari) antara dua Jumat. (HR. Baihaqi)

Apa yang digambarkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa orang yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat akan mendapatkan cahaya cakupannya sangat luas. Digambarkan oleh beliau seluas wilayah antara orang yang membaca dan Ka’bah. Hal ini merupakan batasan luas wilayah.

Sedangkan dalam redaksi kedua, disebutkan bahwa cahaya itu akan menyinari orang yang membaca surat al Kahfi pada hari Jumat ketika ia membacanya hingga Jumat yang akan datang. Apabila kemudian orang yang membaca tersebut istiqomah dengan apa yang ia lakukan (membaca Surat al Kahfi), maka tentunya cahaya itu akan terus menyala karena setiap Jumat ia selalu memperbarui cahaya itu.

Cahaya yang dimaksud adalah cahaya surat al Kahfi itu sendiri atau cahaya pahalanya yang akan menyinari sang pembacanya seluas keberadaan dirinya dengan Ka’bah dan cahaya itu akan terus menyala hingga Jumat berikutnya dan akan terus menyala selama ia membacanya.

Menurut Imam Asy Syaukani, pahalanya akan mengalir terus-menerus kepada si pembaca selama satu pekan itu, dari Jumat ketika ia membacanya hingga Jumat yang akan datang.

Dikatakan juga bahwa cahaya tersebut adalah cahaya hidayah dan keimanan yang akan terus menerus menerangi hati sanubari orang yang membacanya. Menyinari setiap langkah hidupnya. Bagi orang yang senantiasa membacanya, cahaya surat al Kahfi juga akan yang akan terus menyinari dalam kegelapan kuburnya kelak ketika sang pembaca telah wafat. Cahaya itu akan terus berlanjut memberikan penerangan ketika sang pembacanya dikumpulkan di padang Mahsyar saat hari Kiamat kelak.

Oleh karena itu, marilah kita berusaha untuk mengamalkan dengan ikhlas apa yang disabdakan oleh teladan kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain cahaya yang akan kita dapat dari surat al Kahfi ini, juga banyak hikmah dan ibroh dari kisah-kisah yang terdapat di dalamnya.

Semoga bermanfaat.

About these ads

From → Islamic Article

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 96 other followers

%d bloggers like this: